Suatu subyek yang menyorot ke arahku membuat bermacam persepsi. Seolah akulah tujuan dari masalah yang terjadi. Kotor pemikirannya dan tolol pemikiranku. Lebih seperti sampah yang terinjak terludah. Saat malam aku membaca dari kotak mesin kecil, semua begitu jelas dan ringan. Aku lah subyeknya. Aku subyekmu teman. Semua terlihat aku yang salah dan itu benar tapi bukan pembenaran. Tolong jangan nilai sesuatu sebagai subyek yang jelas, karena aku terlihat bangsat, padahal kau tidak mengenal aku. Malam kedua aku tanyakan pertanyaan yang harus kutanyakan. Dia mulai manjelaskan dengan detail dan detail. Hingga lahir sebuah perspektif bahwa aku memang bangsat. Tuhan,.bantu aku memahami siapa aku,.agar dia tidak menilai aku sebagai pemikiran subyektifnya yang salah.
11:09
Maret 18, 2013