Waktu menunjukkan tepat pukul 15.00 WIB. Aku mendengar
suara itu, suara yang pasti akan terus aku dengar selama aku masih hidup. Suara
itu terdengar dimana-mana, namun kali ini di dalam kamarku terdengar sangat pelan
sekali, namun masih sedikit terdengar olehku. Karena memang kamarku terletak pada
tempat yang dekat dengan sungai pinggir ‘kali gajah wong’ di bawah lembah. Wajar
jika suara-suara itu kurang begitu terdengar disini. Ya,.suara itu adalah suara
‘adzan Ashar’.
Namun aku masih duduk terdiam di sini, di dalam
kamarku yang pengap tempatku biasa menyendiri. Baru saja aku pulang dari kerja dan
masih lelah. Pada saat selesainya adzan ashar itu, aku tidak segera bergegas mengambil
air wudhu untuk sholat melainkan masih tetap diam disini. Gelisah memang dalam hati
ini, tapi kubiarkan mereka seperti itu. Aku memang tidak sholat ‘tepat waktu’ seperti
mereka yang menjalankannya. Aku belum siap !!!
Dalam hatiku, dalam pikiranku dan dalam jiwa ragaku
akan bertemu dengan yang maha Agung Allah. Namun aku yang belum siap ini jika dipaksakan
untuk berkomunikasi ‘sholat’ maka aku tidak bisa merasakan nikmat dan indahnya melakukannya.
Tempatku untuk sholat kotor, harus aku bersihkan dahulu. Tubuhku ini juga masih
kotor, paling tidak aku perlu mandi. Aku yakini ini bukan menunda waktu sholat.
Karena sholat untuk orang yang siap. Siap segalanya dari lahir dan batin, karena
itu merupakan metode kita berkomunikasi dengan Allah.