Rabu, 12 Desember 2012

Menyempurnakan manusia


Dalam setiap pribadi manusia pada dasarnya terdapat keinginan untuk menguasai jiwa-jiwa kebodohan orang lain. Manusia menganggap manusia yang lain lebih bodoh dan lebih rendah derajatnya dari pada dia. Bahkan jika pada suatu kesempatan terjadi interaksi antara guru dan murid pun juga demikian. Murid “seolah-olah” akan melecehkan gurunya dan mengaggap gurunya itu bodoh. Tentu saja sebaliknya juga demikian, guru selalu mengaggap murudnya bodoh, walaupun tidak diungkapkan. Sepertinya seperti ada yang salah dalam diri manusia. Seperti sudah naluri, mungkin ini yang disebut nafsu? Atau ini bujukan dari iblis?


Seperti baru baru ini yang saya alami waktu sedang duduk duduk santai bersama teman satu kantorku di jam istirahat kantor. Waktu itu suasana sangat santai dan temanku memulai pembicaraan ringan.“ Sahruk khan ternyata seorang muslim ya? Tapi kok istrinya hindu,..? ha,.ha,.ha berarti dia belum mengerti”.Lalu temanku yang lain yang juga sedang duduk duduk, menanggapinya.” Iya,.ya itu sama saja zina seumur hidup donk”. Ketika aku mendengar percakapan itu, aku meresponnya dengan bertanya.” Memangnya ada larangan ya,.menikah berbeda agama?” Pertanyaanku cukup sederhana hanya sesederhana itu tetapi mereka merespon dengan menasehati aku.

Ya mungkin wajar aku bertanya, karena memang aku belum tahu dan mungkin aku masih terbawa logika, laki-laki dan wanita ciptaan Tuhan kenapa tidak boleh menikah? Toh sama-sama mahkluk-Nya, yang tidak boleh justru menikah dengan selain manusia. Aku hanya berfikir kalau itu semua sudah ada jalannya masing-masing. Akan tetapi temanku menilai pendapatku sangat dangkal.

 
Hal ini yang aku sadari sebagai bentuk anarki yang ada dalam diri manusia. Kita cenderung berfikir dan bertindak seenaknya tanpa mengerti dan mau memahami pendapat atau pikiran orang lain. Padahal jika kita mau membongkar system anarki yang telah kita bangun selama ini dan menggantinya dengan system toleransi, kita tidak akan saling melecehkan satu sama lain. Karena pada hakekatnya kita adalah mahkluk Tuhan yang diciptakan paling sempurna. Maka sesama sempurna haruslah saling menyempurnakan.

 

0 komentar:

Posting Komentar